Maharaja Pasar Baru : A Review

Hampir semua wanita pasti merasa selalu kekurangan baju, terutama  baju untuk acara pesta. Walaupun dua lemari penuh dengan dress dan segala jenis kebaya, tetap saja kekurangan baju untuk ke pesta. Bagi sebagaian wanita, haram hukumnya jika ke pesta dengan baju yang itu-itu lagi dan entah kenapa opini orang lain tentang baju yang dikenakan sangat-sangat penting.  Kalau para pria kan enak ya, kemeja yang itu-itu aja juga tidak masalah.

tak bisa kita pungkiri, di usia 25an  (25-sekian) ini hampir setiap akhir pekan ada undangan kondangan. Kalau yang menikah adalah kenalan jauh persiapannya standar saja yaitu cari baju baru atau melakukan sortir baju apa yang sudah lama tidak dipakai atau baju-baju yang jarang go public. Kalau yang menikah kenalan dekat atau kerabat? Nah ini dia. Terkadang persiapan harus all out bahkan nyaris serempong yang punya hajatan. Ketika menerima kain bahan tentunya  berbagai model baju langsung muncul dikepala. Searching sana sini, sampai akhirnya menemukan model yang kira-kira (kita percaya) pas. Memilih model baju itu tidak gampang. Sumpah!  Perasaan  terberat ketika memilih model baju itu bagaimana kita membayangkan baju yang dipakai model dan ketika kita memakai baju tersebut. Terkadang setelah baju, kita akan melakukan penyesuaian supaya terlihat match dengan gambar, misal model rambut, anting, kalung, hingga make up. Kira-kira seperti itu.

Akhirnya setelah bertahun-tahun menerima undangan nikah, akhirnya saya berkesempatan bagi-bagi undangan, undangan pernikahan saya sendiri tentunya, bukan membagikan undangan saudara atau teman. Persiapan demi persiapan dilakukan dan paling pertama adalah memilih tema. Omong-omong soal tema, entah mengapa hal itu harus didiskusikan dengan saudara perempuan. Karena mungkin frekuensi selera yang sama. Untunglah saya memiliki saudara perempuan yang bersedia memberikan masukan ini itu. Saya penah mencoba bertanya sama pasangan saya, tema  pernikahan warna apa ya? Dan seperti jawaban standar para pria: kamu sukanya warna apa? Kalau dalam nota dinas penerusan surat  bahasa pemungkasnya ya kira-kira begini “untuk saudara tindak lanjuti sesuai dengan tugas dan kewenangan saudara.”  Setidaknya pasangan saya setia menemani menelusuri sekian puluh toko kain bahan.

Mungkin sudah kodratnya para pria tidak mau berurusan dengan warna-warni kain ini itu. Toh, pada akhirnya semua terserah kita kan?  Maaf yaa para pasangan, mohon dimengerti kami terkadang tidak butuh solusi hanya butuh untuk di dengar. Asli, kami udah tahu mau warna apa.

Kembali ke soal kain bahan, pada Maret kemarin saya berhasil menemukan tempat favorit untuk membeli kain bahan. Sebelumnya saya sudah berkali-kali mengunjungi toko itu.

Maharaja Textile

Jalan Pasar Baru Nomor 22

Jakarta Pusat

021-3858704

 

Dulu saya membeli kain bahan untuk kebaya wisuda di Maharaja. Kain bahan untuk kebaya  Mama dan dress untuk nikahan Abang juga saya beli di Maharaja. Akhirnya saya membeli kain bahan untuk nikahan nanti saya, juga kain untuk seragam di Maharaja.

Pemilik toko maharaja ini biasa disapa Uncle, orangnya sangat easy going. Keturunan India. Uncle ini sangat ramah dan kemampuan persuasinya sangat bagus. Jiwa pedangan emang.  Ketika memburu kain bahan untuk wedding dress, kami mampir ke maharaja, lalu setelah melihat-lihat, kami bermaksud untuk membandingkan dengan bahan ditoko lain dan setelah hampir 20 toko kain, kami kembali lagi ke toko pertama: Maharaja.

Di maharaja, kita bisa melakukan negosiasi untuk harga, kalau uncle pintar menjual, kita harus lebih pintar lagi melakukan penawaran tapi please yang wajar-wajar juga tawarnya. Memang ada baiknya kita melakukan survey ke toko-toko lain untuk membandingkan harga, bahan dan memilih kain-kain lain. Tapi kenapa Maharaja?  Hampir semua bahan diimpor dari Korea dan Eropa. Lalu, beberapa toko juga membeli ber-rol-rol kain dari Maharaja. Artinya, kemungkinan kita akan mendapat harga grosir,  untuk persiapan seragam keluarga biasanya kita butuh kain dalam jumlah besar.

Saat ini saya belum sempat mem-posting foto bahan yang saya siapkan. Nanti setelah nikahan yaa… Tahun depan dong 😀

Well.. selamat berburu di pasar baru  hai kalian para calon pengantin cantik dan  para pria terima kasih sudah menemani .

 

 

2 thoughts on “Maharaja Pasar Baru : A Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s