Untuk Masa Tua Nanti: Yuk Nabung

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi suatu tempat yang memang merupakan destinasi wisata. Saya menginap di salah satu hotel yang tidak terlalu jauh dari pantai.  Saya menyukai suasana di hotel itu, bukan hanya karena interior yang artistik, atau pemandangan alam yang cantik tetapi karena pemandangan menarik setiap sarapan. Dua malam saya menginap di hotel tersebut memberikan saya pengalaman dan refleksi yang sayang jika tidak saya bagikan.

Pemandangan  spesial itu saya temui ketika sarapan. Bukan menu makanan, tetapi para tamu yang hampir sebagian besar adalah turis  asing yang saya perkirakan usia rata-rata diatas 50 tahun. Hampir semua turis asing saling menyapa “good morning” atau melempar senyum.   Sesuatu yang sangat sederhana namun berati. Selama sarapan, pandangan saya tertuju pada turis asing tersebut dan terlintas dalam pikiran saya beberapa hal seperti:

  • betapa menyenangkannya diusia tua masih dapat berlibur;
  • apa yang mereka kerjakan waktu mereka muda sehingga bisa menikmati libur di luar negeri bersama pasangan;
  • saya ingin seperti mereka menikmati masa tua dengan mengunjungi tempat wisata di luar negeri;
  • apa yang harus saya lakukan, agar saya dapat menikmati masa tua seperti itu.

Asumsi saya, turis asing yang datang berlibur bukan saja untuk menghindari musim dingin. Tentunya hal tersebut yaitu rencana berlibur sudah dipikirkan secara matang termasuk melakukan perencanaan ketika mereka masih muda.  Mereka, para turis berusia diatas 50 tahun, sejak usia muda telah berpikir jauh kedepan, berpikir bagaimana mereka akan menghabiskan masa tua. Saya sendiri tidak memiliki gambaran pasti bagaima saya pada 30 tahun yang akan datang. Namun, bermimpi itu murah dan mudah. Mewujudkannya  tidak mudah, tidak murah pastinya tetapi ada peluang terwujud.

Saya tertarik untuk memikirkan apa yang saya lakukan ketika saya pensiun nanti. Tentunya berwisata ketika tua adalah salah satu impian ketika menjalani usia pensiun, namun tentunya ada hal-hal lain yang ingin kita lakukan. Intinya mempersiapkan masa tua itu penting, mempersiapkan masa pensiun sehingga bisa menikmati hasil kerja tanpa mengalami penurunan produktivitas.

Selagi kita masih muda, kita memiliki banyak waktu dan tenaga untuk memikirkan masa tua kita. Penting untuk diingat bahwa memikirkan saja tidak cukup, kita butuh aksi. Prinsipnya, entah dengan menabung di Bank,membeli produk asuransi masa tua, atau menjadi peserta dana pensiun lembaga keuangan, semuanya adalah baik untuk mempersiapkan masa tua. Menyisihkan sedikit demi sedikit untuk diri kita di 20 atau 30 tahun yang akan datang.

Yuk nabung 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s